Wednesday 11 September 2019

Pembahasan Kimia UN 2019 No. 26 - 30

Percobaan titrasi Asam Basa, Pembahasan soal Kimia UN 2019 no. 26-30

Pembahasan soal Kimia Ujian Nasional (UN) tahun 2019 nomor 26 sampai dengan nomor 30 tentang:
  • sel elektrolisis, 
  • titrasi asam basa, 
  • percobaan titrasi asam basa, 
  • larutan penyangga, dan 
  • hidrolisis garam.

Soal No. 26 tentang Sel Elektrolisis

Sebuah cincin disepuh dengan nikel dalam larutan NiSO4 menggunakan arus listrik 5 ampere selama 1930 detik. Jika Ar Ni = 59, massa nikel yang mengendap pada cincin tersebut adalah ….

Massa nikel yang mengendap pada cincin yang disepuh, opsi jawaban soal kimia UN 2019 no. 26




Pembahasan

Nikel akan mengendap pada cincin di katoda dengan reaksi:

Ni2+ + 2e → Ni

sehingga diperoleh n = 2.

Massa nikel yang mengendap dapat dihitung dengan memanfaatkan hukum I Faraday.

Penentuan ,assa nikel yang mengendap dengan hukum faraday I

Jadi, massa nikel yang mengendap pada cincin tersebut adalah opsi (B).

Perdalam materi ini di Pembahasan Kimia UN: Sel Elektrolisis dan Hukum Faraday.

Soal No. 27 tentang Titrasi Asam Basa

Penentuan konsentrasi suatu asam kuat dapat dilakukan dengan titrasi menggunakan basa kuat. Misalnya 50 mL larutan HCl 0,1 M dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M menggunakan indikator fenolftalein (PP). Titrasi dihentikan ketika larutan berubah warna menjadi merah muda secara tiba-tiba.

Alasan yang paling tepat terkait dengan terjadinya perubahan warna pada saat titrasi adalah ….

A.volume HCl sama dengan volume NaOH
B.NaOH bersifat basa kuat sehingga larutan HCl menjadi merah
C.larutan indikator pp akan memberikan warna merah pada larutan asam
D.pada saat volume NaOH berlebih maka larutan menjadi merah
E.mol HCl = mol NaOH dan pH larutan > 8,5




Pembahasan

Hal-hal yang perlu diketahui tentang indikator fenolftalein antara lain:
  • biasanya digunakan untuk titrasi asam-basa kuat
  • mempunyai rentang pH 8,3 – 10,0
  • pada larutan asam dan netral tidak berwarna, sedangkan pada larutan basa (pH 8,3 – 10) berwarna merah/merah muda [opsi C salah]
  • pada larutan basa (pH > 10) warna merah semakin memudar dan akhirnya tak berwarna [opsi B dan D salah]
Tinggal opsi A dan E. Perhatikan grafik berikut ini!

Grafik titrasi asam kuat dan basa kuat menggunakan indikator fenoflatein, titik akhir titrasi, titik ekuivalensi

Titik akhir titrasi adalah saat indikator berubah warna dan titrasi harus dihentikan. Untuk titrasi HCl dengan NaOH, di titik tersebut volume HCl sama dengan volume NaOH sesuai rumus:

Ma Va na = Mb Vb nb

Pada soal, Ma = Mb. Sedangkan valensi HCl dan NaOH sama dengan satu sehingga Va = Vb. [opsi A benar]

Opsi E sebenarnya tidak salah. Cuma ada pernyataan pH larutan > 8,5 itu yang salah. Karena Va = Vb hanya terjadi sampai pH =10. Di atas itu volume basa sudah naik.

Jadi, alasan perubahan warna pada saat titrasi adalah opsi (A).

Perdalam materi ini di Pembahasan Kimia UN: Asam dan Basa.

Soal No. 28 tentang Percobaan Titrasi Asam-Basa

Seorang siswa melakukan percobaan titrasi asam-basa seperti gambar berikut.

Percobaan titrasi: teknik menuangkan larutan ke buret, gambar sola kimia UN 2019 no. 28

Percobaan titrasi: teknik melakukan titrasi, gambar soal kimia UN 2019 no. 28

Berdasarkan gambar kegiatan siswa tersebut, teknik yang tepat untuk menuang larutan ke dalam biuret dan melakukan titrasi terdapat pada pasangan gambar nomor ….

A.   (1) dan (4)
B.   (1) dan (5)
C.   (2) dan (5)
D.   (3) dan (4)
E.   (3) dan (5)



Pembahasan

Buret adalah alat laboratorium dari kaca berbentuk tabung memanjang. Salah satu ujungnya terbuka sedangkan ujung yang lain terdapat lubang kecil dan dilengkapi dengan kran pembuka/penutup. Salah satu fungsinya adalah untuk percobaan titrasi.

Untuk menuangkan larutan ke dalam buret dibutuhkan kehati-hatian dan teknik tertentu. Larutan tidak boleh dituangkan langsung ke dalam buret, tetapi harus menggunakan corong.

Teknik menungkan larutan ke dalam buret

Corong yang dimasukkan ke dalam buret jangan terlalu rapat dengan mulut buret. Corong harus sedikit diangkat agar ada celah udara antara corong dan mulut buret. [gambar 2 benar]

Pada saat melakukan titrasi, kedua tangan harus bekerja. Tangan yang satu memegang gelas erlenmeyer sedangkan tangan yang lain memegang kran buffer seperti pada gambar di bawah ini.

Teknik melakukan titrasi

Penggunaan tangan kanan/kiri bergantung kebiasaan. [gambar 2 benar]

Jadi, teknik menuang larutan ke dalam biuret dan melakukan titrasi yang tepat terdapat pada pasangan gambar nomor 2 dan 5 (C).

Perdalam materi ini di Pembahasan Kimia UN: Asam dan Basa.

Soal No. 29 tentang Larutan Penyangga

Tetapan kesetimbangan asam (Ka) dari C6H5COOH = 6 × 10−5. Nilai pH yang dihasilkan jika 100 mL larutan C6H5COOH 0,1 M dicampurkan dengan 50 mL larutan C6H5COOK 0,1 M adalah ….

A.   4 – log 3
B.   4 – log 1,2
C.   5 – log 3
D.   5 – log 1,2
E.   6 – log 1,2




Pembahasan

Nilai mol untuk asam dan garam di atas adalah:

mol C6H5COOH (na)= Ma .Va
= 100 × 0,1 mmol
= 10  mmol

mol C6H5COOK (ng)= Mg .Vg
= 50 × 0,1 mmol
= 5 mmol

Campuran asam lemah C6H5COOH dan garamnya C6H5COOK akan membentuk larutan penyangga. pH campuran ini dapat ditentukan melalui rumus:

Menentukan pH campuran penyangga

Jadi, pH campuran kedua larutan tersebut adalah 4 – log 1,2 (B).

Perdalam materi ini di Pembahasan Kimia UN: Larutan Penyangga.

Soal No. 30 tentang Hidrolisis Garam

Perhatikan tabel larutan garam, persamaan hidrolisis, dan perkiraan harga pH berikut!

Tabel larutan garam, persamaan hidrolisis, dan perkiraan harga pH, soal Kimia UN 2019 no. 30

Data yang berhubungan dengan tepat ditunjukkan oleh pasangan nomor ….

A.   (1) dan (3)
B.   (2) dan (3)
C.   (2) dan (4)
D.   (3) dan (4)
E.   (4) dan (5)




Pembahasan

Sifat garam bergantung pada asam/basa penyusunnya. Asam/basa kuat akan menentukan sifat keasaman (pH). Sedangkan asam/basa lemah akan terhidrolisis.

Mari kita periksa satu per satu kelima data di atas!
  • Magnesium fluorida (MgF2) berasal dari basa lemah Mg(OH)2 dan asam lemah HF. Kedua ion (Mg2+ dan F) mengalami hidrolisis. pH tergantung Ka dan Kb. [nomor 1 salah]
  • Aluminium klorida (AlCl3) berasal dari basa lemah (amfoter) Al(OH)3 dan asam kuat HCl. Bersifat asam (pH < 7). Ion Al3+ mengalami hidrolisis. [nomor 2 benar] 
  • Kalium karbonat (K2CO3) berasal dari basa kuat KOH dan asam lemah H2CO3. Bersifat basa (pH > 7). Ion CO32− mengalami hidrolisis. [nomor 3 benar]
  • Amonium sulfat (NH4)2SO4 berasal dari basa lemah NH4OH dan asam kuat H2SO4. Bersifat asam (pH < 7). Ion NH4+ mengalami hidrolisis [pernyataan 4 salah]
  • Amonium asetat (CH3COONH4) berasal dari asam lemah CH3COOH dan basa lemah NH4OH. Kedua ion mengalami hidrolisis. pH tergantung Ka dan Kb. [nomor 5 salah]
Jadi, data yang berhubungan dengan tepat ditunjukkan oleh pasangan nomor 2 dan 3 (B).

Perdalam materi ini di Pembahasan Kimia UN: Hidrolisis Garam.

Simak Pembahasan Soal Kimia UN 2019 selengkapnya.
No. 01 - 05



No. 21 - 25
No. 06 - 10



No. 26 - 30
No. 11 - 15



No. 31 - 35
No. 16 - 20



No. 36 - 40

Dapatkan pembahasan soal dalam file pdf  di sini.

Demikian, berbagi pengetahuan bersama Kak Ajaz. Silakan bertanya di kolom komentar apabila ada pembahasan yang kurang jelas. Semoga berkah.

6 comments:

  1. nomor 29 salah itu ka. mol asam dan mol garamnya terbalik. jadi jawaban yang benar seharusnya opsi B

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh ya, terbalik memasukkan angkanya.
      Terima kasih atas koreksinya. Kesalahan sudah saya perbaiki.

      Delete
  2. kak, yang no 30 yang (4), bukannya seharusnya NH4 yang mengalami hidrolisis?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya betul, Mbak Lalaila. Spesi yang lemah yang mengalami hidrolisis, dalam hal ini NH4.

      Terima kasih telah menyempurnakan keterangan dalam pembahasan di atas.

      Delete

Maaf, komentar yang tidak berhubungan dengan konten, banyak mengandung singkatan kata, atau mengandung link aktif, tidak kami tayangkan.

Komentar Anda akan kami moderasi sebelum kami tayangkan. Centang 'Notify me' agar Anda mendapat pemberitahuan lewat email bahwa komentar Anda sudah ditayangkan